Tanpa kategori

A Short Escape – Coban Pelangi

Bulan desember adalah bulan liburan tersingkat selama kuliah di Telkom. Salah satu kegiatan yang harus ada di liburan adalah Berpergian. disamping makan bakso uti, kuliner sama adek, dan kegiatan menyuburkan badan.  Mungkin bagi saya yang murni anak rumahan akan sulit menjadwalkan pergi main sama teman, kemana, naik apa karena saya adalah perantauan sejati. Ya, harus saya akui ini. Merantau sejak SMP hingga Kuliah, kalau pulang kampung maka teman sepermainan di sekolah kalian tidak akan ikut kita pulkam kan?  Jika kalian juga merasa demikian, mungkin memang itu takdirnya.

Hari minggu itupun dirumah tidak ada yang berniat untuk pergi, kelihatanya. Tiba-tiba Ibu menyuruh semuanya bergegas pergi. Tanpa rencana dan untungnya sudah mandi. Hampir akan ngambek karena adik saya harus berhenti main game, tapi bisa diatasi. Kita berempat naik mobil dan voila! Let’s go to somewhere that only my mam knows. Hal yang paling indah dari perjalanan ini adalah tidak macet. Kita berangkat dengan tenang, main musik dan makan kerupuk yang dari rumah. Hingga sampai ke Coban Pelangi.

photo145620200907188274
Saya dan Adik saya makan mi indomi kuah rasa soto.

Setelah parking, kita menuju lokasi yang kurang lebih ada 700m dari area parkir dengan jalan berliku-liku naik turun ke kanan dan kekiri. Kalau haus atau lapar, dipinggir jalan ada kios,kok, jadi sepertinya tidak perlu bawa bekal. Udaranya segar dan tidak terlalu ramai. Namun tetap berhati-hati karena licin, disarankan memakai sandal gunung biar tidak kepleset. Atau kalau mau ikut cara saya, jangan pakai sandal/sepatu alias nyeker. But It’s fine and fun, tidak ada batu dan kerikil yang akan menyakitimu, hanya batu-batu besar sebagai tanjakan saja dan tanah basah yang dingiiiiiiiiiin di kaki.

Sampainya di coban beneran ada pelanginya lho, kita sampai jam 4 sorean dan kita disana sampai pelanginya hilang. Artinya mataharinya sudah tidak terlalu muncul untuk memberikan pelangi. Kenapa ada pelanginya? Karena tingginya air terjun bikin cipratan air yang sangat banyak. Jika terlalu lama melihat cobannya, dari jarak yang cukup jauh saja sudah bisa bikin basah kena cipratan airnya.

photo145620200907188275

Mungkin akan mudah saat kita turun ke lokasi, tapi tidak saat kita kembali ke area parkir. Jalannya sangaat naik dan itu akan membuat ngos-ngosan. Kalau capek ditengah jalan, bisa nyewa kuda untuk dibonceng sampai atas. Kalau tidak salah Rp.25.000 harganya tapi saya juga tidak terlalu ingat harga pastinya.

That’s it, coban pelangi sudah selesai. Kita pulang kerumah dan segera mandi karena pendakian ke coban pelangi sangat membuatmu berkeringat meski hawanya sejuk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s